Inilah yang harus diperhatikan untuk memulai usaha fotocopy / stationary secara patungan (joint venture)

talking-coversation-talk-chat-smiling-friends-discussion-asianSemangat pagi,

Mungkin Anda atau seseorang yang Anda kenal pernah melakukan hal ini,

jika Anda sudah mengalami atau sedang menjalaninya , bisa jadi postingan ini bisa bermanfaat bagi Anda. Tapi jika Anda belum mengalami dan masih akan mengalami, maka postingan ini mudah-mudahan lebih bermanfaat lagi bagi Anda.. :)

Well..

postingan berikut sekali lagi ditujukan untuk para calon juragan, yang akan memulai sebuah bisnis (usaha).

Ada kalanya pada saat kita mau memulai sebuah usaha, kita merasa takut gagal (baca : rugi) atau merasa kurang modal. Untuk itu kita perlu menggandeng orang lain untuk menyatukan modal, supaya modal awal kita bisa lebih besar, atau bisa jadi kita menggandeng orang lain atau temen kita, sekedar untuk di jadikan teman curhat saja saat bisnis patungan ini nantinya gagal :)

 

Apa yang di maksud bisnis patungan dan mengapa ada?

 

Bisnis patungan seperti yang sudah disinggung di atas, adalah bisnis yang di modali (di awali) dengan banyak kepala. Biasanya bisnis ini dimulai dengan kumpul-kumpul antar teman, yang kemudian menjurus kepada pembicaraan mengenai keinginan untuk memulai kegiatan yang lebih bermanfaat. Jadi ngumpulnya masih tetep jalan, akan tetapi ada manfaat lain dari hanya sekedar ngumpul-ngumpul biasa. Istilahnya  “tiada gading yang tak retak”… (mikir: eee.. kayaknya salah deh )… “sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”.. (nah ini baru bener)

 

Pemicu dari ide awal bisnis ini ada beberapa factor, diantaranya :

 

  1. Diantara para pendiri (founder) yang sekaligus pemodal, merasa memiliki skill (keahlian) yang berbeda-beda, akan tetapi jika di satukan, maka akan bisa membuat sinergi dalam kegiatan pengembangan bisnis/ usaha
  2. Ada salah satu orang yang mempunya ide  (yang menurut dia brilliant), akan tetapi tidak cukup modal untuk mewujudkannya
  3. Merasa jenuh dengan kegiatan yang ada sekarang dan ingin memulai sesuatu yang baru dan lebih mengakrabkan pertemanan yang ada sekarang

 

Tunggu dulu… niat mulia ini tidak serta merta bisa selalu berjalan mulus, bisa jadi sebuah niat baik berakhir dengan baik

Continue reading

Advetorial

200807-06-154648-1Selama kurun waktu 5 tahun ini mesin recondition Canon type NP terutama yang 6650 sangat laris dan popular karena terkenal dengan kehandalannya dalam rangka membantu kita cari uang lewat dunia foto copy, namun kelihatannya generasi NP (mesin foto copy analog) akan segera digeser peranannya oleh Canon Type IR (Image Runner), dimana jenis ini sudah mengusung  digital teknikal yang dapat di koneksikan dengan personal computer maupun secara Local Area Networking yang tentunya sangat cocok dengan era saat ini yang serba computerize dan digital. Banyak sekali pengguna mesin foto copy senior bertanya: Apakah penggunaan dan operational mesin Canon Type IR ini tidak tambah susah bila kita bandingkan dengan type NP. Jawabnya tentu tidak karena dengan serba digital tentunya kerja kita jadi mudah dan tidak buang tenaga terlampau banyak. Irit tenaga operator sehingga untung lebih besar yang bakal didapat

Memulai Bisnis Fotocopy

102744858 copySebenarnya sebelum membuka sebuah usaha, kita harus melakukan analisis kelayakan dulu. Tetapi saya anggap Anda sudah melakukannya sehingga Anda sudah cukup yakin dengan usaha fotocopy & stationary ini.

Modal awal untuk usaha tersebut kira-kira sebagai berikut:

1. Tempat. Anda bisa menyewa tempat yg strategis. Paling tidak mudah dijangkau dan dekat dengan pangsa pasar yg Anda sasar, misalnya perguruan tinggi atau sekolah. Tetapi tempat menjadi tidak bermasalah jika usaha ini dijalankan di rumah Anda sendiri yg mungkin kebetulan sudah strategis.

2. Mesin fotocopy. Saya dengar ada beberapa penjual mesin fotocopy yg bersedia menjual mesin fotocopy dengan sistem mencicil. Lumayan agak ringan jika Anda bisa mencicilnya. Pertama mungkin cukup 1 dulu. Lihat perkembangan. Bila ternyata semakin ramai, maka perlu ditambah mesinnya sesuai kebutuhan.

2a. Stationary. Anda juga harus membeli beberapa stationary yg akan Anda jual. Jika mungkin, beli dari distributor atau bahkan produsen stationary itu secara langsung. Soalnya akan lebih murah.

3. Tenaga kerja. Anda juga perlu mempekerjakan seseorang untuk menjaga usaha Anda. Lebih baik jika tenaga kerjanya baik dan terampil. Lebih baik lagi jika mengerti masalah teknis mesin fotocopy. Tidak jarang mesin fotocopy bermasalah walau pun ringan. Jika masalahnya ringan, lebih baik jika bisa diatasi oleh tenaga kerja itu sendiri, tidak usah memanggil teknisi dari luar.

Continue reading

Panduan sederhana beli komputer pertama

4_6_2013_23_47_57_gh0d5q8gc59l45v0t6f9i86to6_8o1h9q0vozTerkadang untuk memulai sesuatu yang baru, yang belum pernah kita lakukan , kita akan merasa ragu-ragu atau takut. Banyak yang kita pikirkan sebelum kita maju melangkah untuk melakukan hal itu. Sama halnya dengan memilih komputer bagi pemula yang belum pernah sama sekali mengenal dunia komputer. Pertanyaan standard bagi para pemula adalah:

• bagaimana membedakan bahwa yang akan saya beli ini cocok bagi saya?

• kenapa ada yang murah dan ada yang mahal padahal type nya sama ?

• bagaimana after salesnya?

• bulit up atau rakitan?

• Jika sudah punya komputer memulai belajar darimana ?

• mampukah saya mengoperasikan?

Sebenarnya untuk memulai sesuatu yang baru,kita tidak bisa megatakan kita benar atau salah sebelum kita melakukannya. Yang penting adalah kita mempunyai tujuan atas apa yang kita lakukan.

Continue reading

Memulai Komputerisasi Akuntansi pada usaha fotocopy

OLYMPUS DIGITAL CAMERABisnis fotocopy yang terdapat di indonesia merupakan salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Apalagi jika didukung dengan pemilihan lokasi yang tepat. Misalnya di depan sekolah atau kampus atau tempat pelayanan umum.

Bisnis fotocopy ini biasanya di barengi dengan diversifikasi usaha yang lain, yaitu penjualan alat tulis atau stationery.

Dengan adanya diversifikasi bentuk usaha ini , maka pencatatan akuntansinya juga terdapat sedikit perbedaan dengan bisnis dagang atau jasa pasa umumnya .

Sebagai garis besar alur pencatatan pembukuan di bagian bisnis fotocopy nya adalah sebagai berikut:

  1. pembelian kertas untuk fotocopy masuk dalam persediaan toko, dimana kertas tersebut memiliki nilai HPP. Kertas tersebut bisa di gunakan sebagai bahan fotocopy atau bisa juga dijual langsung kepada pembeli eceran
  2. jika kertas tersabut di beli secara eceran, maka prosesnya sama seperti penjualan barang pada umumnya. Akan tetapi jika kertas tersebut di gunakan sebagai bahan untuk fotocopy ,maka kertas tersebut dianggap sebagai biaya (sejumlah HPP kertas).
  3. proses pembiayaan kertas sebagai bahan fotocopy,biasanya di hitung dalam ukuran RIM, artinya saat kertas tersebut diambil dari etalase dan di sobek untuk di letakkan pada “Tray” mesin fotocopy, proses itulah saat terjadi pencatatan akuntansi.
  4. saat terjadi pembayaran oleh pelanggan pada jasa fotocopy yang dihasilkan , proses itu di hitung sebagai pendapatan fotocopy.
  5. jadi pendapatan fotocopy (nomer 4) dikurangi pembiayan (costing) kertas (nomer 3) adalah nilai pendapatan kotor Anda. Jika dikurangi dengan gaji karyawan dan lain-lain, maka akan dihasilkan jumlah pendapatan bersih.

Untuk lebih detail mengenai proses-proses pencatatan akuntansi diatas akan di bahas pada postingan -postingan berikutnya.

Dengan menjalankan proses pencatatan akuntansi yang baik dan benar, Anda akan mengentahui posisi usaha Anda saat ini dalam keadaaan untung atau rugi. Karena tidak selalu berkorelasi antara jumlah Uang (kas) yang Anda pegang dengan keuntungan Bisnis Anda. Artinya tidak selalu berarti saat Anda memiliki banyak Uang (kas) berarti bisnis Anda Untung.

Jadi.. pencatatan akuntansi yang benar di bisnis fotocopy sangat penting, bagaimana dengan bisnis Anda?