Advetorial

Selama kurun waktu 5 tahun ini mesin recondition Canon type NP terutama yang 6650 sangat laris dan popular karena terkenal dengan kehandalannya dalam rangka membantu kita cari uang lewat dunia foto copy, namun kelihatannya generasi NP (mesin foto copy analog) akan segera digeser peranannya oleh Canon Type IR (Image Runner), dimana jenis ini sudah mengusung  digital teknikal yang dapat di koneksikan dengan personal computer maupun secara Local Area Networking yang tentunya sangat cocok dengan era saat ini yang serba computerize dan digital. Banyak sekali pengguna mesin foto copy senior bertanya: Apakah penggunaan dan operational mesin Canon Type IR ini tidak tambah susah bila kita bandingkan dengan type NP. Jawabnya tentu tidak karena dengan serba digital tentunya kerja kita jadi mudah dan tidak buang tenaga terlampau banyak. Irit tenaga operator sehingga untung lebih besar yang bakal didapat

Dari Karyawan Menjadi Pengusaha

Bermula dari usaha jasa fotokopi, ketrampilan dan bakat lelaki kelahiran 21 Mei 1975 ini mulai terasah. Didorong oleh kebutuhan keluarganya yang terus meningkat, ia mencari peluang membuka usaha sendiri, dibantu seorang kenalannya di Kantor Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Tangerang, ia membuka usaha jasa fotokopi.

Berbekal tabungan senilai Rp 500 ribu ditambah dengan pinjaman dari beberapa temannya sebesar Rp 15 juta, terbeli mesin fotokopi dan berbagai kebutuhan lain, sementara untuk operasional sehari-hari, Arta Prima, begitu Yulianto menamai usahanya, masih mengandalkan pinjaman temannya.

Seiring perjalanan waktu, usaha Yulianto pun terus berkembang. Terlebih di kompleks Depdiknas, Arta Prima merupakan satu-satunya usaha fotokopi yang menangani hampir sebagian besar penggandaan surat ataupun dokumentasi lain di departemen itu. Hal ini menaikkan omset penjualannya sampai Rp 5-10 juta dalam sebulan. Kepercayaan yang sama dari Telkomsel dan Indosat juga untuk menggandakan materi pelatihan dan berbagai kebutuhan lain yang berhubungan dengan masalah percetakan pun dapat diraihnya. Continue reading

Memulai Bisnis Fotocopy

Sebenarnya sebelum membuka sebuah usaha, kita harus melakukan analisis kelayakan dulu. Tetapi saya anggap Anda sudah melakukannya sehingga Anda sudah cukup yakin dengan usaha fotocopy & stationary ini.

Modal awal untuk usaha tersebut kira-kira sebagai berikut:

1. Tempat. Anda bisa menyewa tempat yg strategis. Paling tidak mudah dijangkau dan dekat dengan pangsa pasar yg Anda sasar, misalnya perguruan tinggi atau sekolah. Tetapi tempat menjadi tidak bermasalah jika usaha ini dijalankan di rumah Anda sendiri yg mungkin kebetulan sudah strategis.

2. Mesin fotocopy. Saya dengar ada beberapa penjual mesin fotocopy yg bersedia menjual mesin fotocopy dengan sistem mencicil. Lumayan agak ringan jika Anda bisa mencicilnya. Pertama mungkin cukup 1 dulu. Lihat perkembangan. Bila ternyata semakin ramai, maka perlu ditambah mesinnya sesuai kebutuhan.

2a. Stationary. Anda juga harus membeli beberapa stationary yg akan Anda jual. Jika mungkin, beli dari distributor atau bahkan produsen stationary itu secara langsung. Soalnya akan lebih murah.

3. Tenaga kerja. Anda juga perlu mempekerjakan seseorang untuk menjaga usaha Anda. Lebih baik jika tenaga kerjanya baik dan terampil. Lebih baik lagi jika mengerti masalah teknis mesin fotocopy. Tidak jarang mesin fotocopy bermasalah walau pun ringan. Jika masalahnya ringan, lebih baik jika bisa diatasi oleh tenaga kerja itu sendiri, tidak usah memanggil teknisi dari luar.

4. Modal operasional. Kita juga harus menyiapkan sejumlah dana untuk menalangi operasional selama beberapa bulan. Untuk bisnis fotocopy ini, idealnya kita harus menyiapkan dana operasional untuk 6 bulan. Dana ini digunakan untuk: gaji, listrik, pemeliharaan mesin, membeli stock kertas & stationary, dst.

Mengenai berapa modal yg dibutuhkan, rasanya Anda dapat menghitungnya sendiri dari harga/biaya per item di atas. Tetapi mengingat bisnis fotocopy & stationary ini sudah menjamur, maka diperlukan beberapa strategi supaya usaha Anda dapat menang di antara banyak pesaing.

Strategi ini bisa berupa:
1. Pelayanan yg baik & ramah.
2. Pelayanan yg cepat.
3. Hasil fotocopy yg baik.
4. Stationary yg lengkap.
5. Harga yg murah.

Tentu saja Anda dapat memiliki beberapa keunggulan di atas sekaligus. Tetapi Anda juga harus memikirkan modal awal Anda untuk mendukung strategi tersebut.

Misalnya untuk mendukung pelayanan yg baik, ramah & cepat, maka dibutuhkan tenaga kerja yg baik, ramah dan cekatan. Pilihlah tenaga kerja yg memiliki atitude yg terbaik.

Sedangkan jika diinginkan harga fotocopy yg murah, maka diperlukan mesin fotocopy dan kertas yg murah tetapi tetap memberikan hasil yg layak. Ini agak bertentangan jika Anda ingin hasil fotocopy yg sangat baik. Sudah tentu dibutuhkan mesin fotocopy dan kertas yg dapat menghasilkan copy yg baik. Dan biasanya mesin tersebut mahal.

Ada pembaca yg ingin menambahkan?
Semoga sedikit jawaban ini dapat membantu. Salam.

 

diambil dari usaha.wordpress.com

kommentnya mas dewo
dewo.wordpress.com/

Panduan sederhana beli komputer pertama

Terkadang untuk memulai sesuatu yang baru, yang belum pernah kita lakukan , kita akan merasa ragu-ragu atau takut. Banyak yang kita pikirkan sebelum kita maju melangkah untuk melakukan hal itu. cpuSama halnya dengan memilih komputer bagi pemula yang belum pernah sama sekali mengenal dunia komputer. Pertanyaan standard bagi para pemula adalah:

• bagaimana membedakan bahwa yang akan saya beli ini cocok bagi saya?

• kenapa ada yang murah dan ada yang mahal padahal type nya sama ?

• bagaimana after salesnya?

• bulit up atau rakitan?

• Jika sudah punya komputer memulai belajar darimana ?

• mampukah saya mengoperasikan?

Sebenarnya untuk memulai sesuatu yang baru,kita tidak bisa megatakan kita benar atau salah sebelum kita melakukannya. Yang penting adalah kita mempunyai tujuan atas apa yang kita lakukan.

Continue reading

Memulai Komputerisasi Akuntansi pada usaha fotocopy

Bisnis fotocopy yang terdapat di indonesia merupakan salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Apalagi jika didukung dengan pemilihan lokasi yang tepat. Misalnya di depan sekolah atau kampus atau tempat pelayanan umum.

Bisnis fotocopy ini biasanya di barengi dengan diversifikasi usaha yang lain, yaitu penjualan alat tulis atau stationery.

Dengan adanya diversifikasi bentuk usaha ini , maka pencatatan akuntansinya juga terdapat sedikit perbedaan dengan bisnis dagang atau jasa pasa umumnya .

Sebagai garis besar alur pencatatan di bagian bisnis fotocopy nya adalah sebagai berikut:

  1. pembelian kertas untuk fotocopy masuk dalam persediaan toko, dimana kertas tersebut memiliki nilai HPP. Kertas tersebut bisa di gunakan sebagai bahan fotocopy atau bisa juga dijual langsung kepada pembeli eceran
  2. jika kertas tersabut di beli secara eceran, maka prosesnya sama seperti penjualan barang pada umumnya. Akan tetapi jika kertas tersebut di gunakan sebagai bahan untuk fotocopy ,maka kertas tersebut dianggap sebagai biaya (sejumlah HPP kertas).
  3. proses pembiayaan kertas sebagai bahan fotocopy,biasanya di hitung dalam ukuran RIM, artinya saat kertas tersebut diambil dari etalase dan di sobek untuk di letakkan pada “Tray” mesin fotocopy, proses itulah saat terjadi pencatatan akuntansi.
  4. saat terjadi pembayaran oleh pelanggan pada jasa fotocopy yang dihasilkan , proses itu di hitung sebagai pendapatan fotocopy.
  5. jadi pendapatan fotocopy (nomer 4) dikurangi pembiayan (costing) kertas (nomer 3) adalah nilai pendapatan kotor Anda. Jika dikurangi dengan gaji karyawan dan lain-lain, maka akan dihasilkan jumlah pendapatan bersih.

Untuk lebih detail mengenai proses-proses pencatatan akuntansi diatas akan di bahas pada postingan -postingan berikutnya.

Dengan menjalankan proses pencatatan akuntansi yang baik dan benar, Anda akan mengentahui posisi usaha Anda saat ini dalam keadaaan untung atau rugi. Karena tidak selalu berkorelasi antara jumlah Uang (kas) yang Anda pegang dengan keuntungan Bisnis Anda. Artinya tidak selalu berarti saat Anda memiliki banyak Uang (kas) berarti bisnis Anda Untung.

Jadi.. pencatatan akuntansi yang benar di bisnis fotocopy sangat penting, bagaimana dengan bisnis Anda?